Selasa, 17 November 2009

Kramaning Sembah

Kramaning Sembah dalam Panca Yadnya.
1.Pengertian Sembah.
Yang dimaksud dengan sembah ialah sikap menghormati yang disertai dengan rasa bakti dan penyerahan diri secara ikhlas.
2.Landasan.
Menurut agama Hindu bahwa setiap kelahiran dan manusia itu sudah mempunyai hutang yang disebut dengan Tri Rna.
3.Yang dapat disembah:
1.Ida Hyang Widhi Wasa
2.Para Dewa- dewa
3.Para Resi
4.Bhatara/ Leluhur.
5.Manusia.
6.Bhuta.
4.Sikap menyembah.
Adapun sikap menyembah dalam kramaning sembah yaitu sesuai dengan buku Tuntunan Muspa bagi umat Hindu yang disusun oleh I Gusti Ketut Kaler yang diterbitkan oleh Jawatan Agama Hindu dan Budha Prop. Bali tahun 1970/ 1971, dan buku Upadeça tahun 1981/ 1982.
Khusus sikap sembah kepada Resi/ Sulinggih dengan cara cakupan tangan atau mepes ada di antara ulu hati dan dagu.
5.Sarana.
1.Api
2.Air
3.Bunga, dapat dilengkapi dengan kuwangen
6.Mantram.
Sesuai dengan buku Tuntunan Muspa/ buku Upadeça yang disebutkan di atas.
7.Pelaksanaan Sembah dalam Panca Yadnya ialah disesuaikan kepada siapa sembah itu ditujukan.
8.Khusus pada waktu mengucapkan Mantram Tri Sandhya sikap tangan memusti di depan ulu hati.
9.Khusus untuk mendoakan/ ngastawayang bagi jenazah/ roh seseorang yang meninggal dengan berdiri tegak/ pada asama dengan sikap tangan mamusti di pusar.
 
Upacara Sudi Wadani

 
1.Pengertian:
Sudi artinya penyucian, Wadani artinya ucapan- ucapan/ pernyataan berupa kata- kata.
Sudi Wadani adalah penyucian perkataan.
Jadi upacara Sudi Wadani adalah upacara pada waktu melakukan penyucian, menjadi Agama Hindu.
2.Tata cara Upacara Sudi Wadani.
1.Membuat surat permintaan penyucian yang sah.
2.Upacaranya:
1.Mempergunakan bebanten biyakala prayascita dan tataban sesuai dengan kemampuan (utama).
2.Mempergunakan Bhasma air cendana (madya).
3.Mempergunakan air, bunga, bija, (nista),
4.Pelaksanaannya selalu disertai dengan api.
3.Mantram
Om. Sa, ba, ta, a, i, na, ma, si, wa, ya, Ang Ung Mang. Om.
Kramaning Sembah
Sembahyang dilakukan umat untuk memuja Tuhan. Banyak macam sembahyang, ditinjau dari kapan dilakukannya, dengan cara apa, dengan sarana apa dan di mana serta dengan siapa melakukannya. Kemantapan hati dalam melakukan sembahyang, membantu komunikasi yang lancar dan pemuasan rohani yang tiada terhingga. Kemantapan hati itu hanya dapat kita peroleh apabila kita yakin bahwa cara sembahyang kita memang benar adanya, tahu makna yang terkandung dari setiap langkah dan cara.
Berikut ini adalah pedoman sembahyang yang telah ditetapkan oleh Mahasabha Parisada Hindu Dharma ke VI.
Persiapan sembahyang
Persiapan sembahyang meliputi persiapan lahir dan persiapan batin. Persiapan lahir meliputi sikap duduk yang baik, pengaturan nafas dan sikap tangan.
Termasuk dalam persiapan lahir pula ialah sarana penunjang sembahyang seperti pakaian, bunga dan dupa sedangkan persiapan batin ialah ketenangan dan kesucian pikiran. Langkah-langkah persiapan dan sarana-sarana sembahyang adalah sebagai berikut:
Urutan-urutan sembah
Urutan-urutan sembah baik pada waktu sembahyang sendiri ataupun sembahyang bersama yang dipimpin oleh Sulinggih atau seorang Pemangku adalah seperti berikut ini:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar